Jumat, 10 Mei 2019

Sistem Periodik Unsur



Sifat-sifat Periodik
Unsur-unsur baik dalam satu golongan maupun satu periode memang memiliki kemiripan. Namun, di antara unsur-unsur tersebut memiliki perbedaan tertentu. Sifat-sifat yang berbeda tersebut berubah dengan kecenderungan tertentu sesuai dengan berubahnya nomor atom. Kecenderungan tersebut berulang dalam golongan dan periode berikutnya sehingga disebut dengan sifat periodik. Sifat-sifat periodik tersebut adalah sebagai berikut.

1.        Jari – jari atom

Jari-jari atom adalah Jarak lintasan terluar dari atom terhadap inti atom. Dalam lintasan tersebut ditemukan keberadaan elektron.

Jari – jari ion

Ukuran jari-jari ion pada logam akan berbeda dengan aslinya. Jari-jari ion positif lebih kecil dari jari-jari kovalen dan sebaliknya jari-jari ion negatif lebih besar dari jari-jari kovalen. Ketika suatu atom kehilangan elektron disebut kation dan ketika suatu atom menarik elektron disebut anion.
Jari-jari Atom dan Ionik
Ketika sebuah atom kehilangan elektronnya, tarikan inti terhadap elektron terluar dari atom akan semakin besar, sehingga akan terjadi suatu penciutan terhadap kulit dan menyebabkan jari-jari terlihat mengecil. Begitu juga sebaliknya, ketika sebuah atom mendapatkan sebuah elektron, tarikan inti terhadap elektron terluarnya semakin kecil, sehingga jari-jari atom tersebut terlihat lebih besar.
Keteraturan:
Dalam suatu periode, dari kiri ke kanan akan terjadi pengecilan jari-jari atom. Hal ini terjadi karena jumlah valensi terus bertambah namun tidak diikuti dengan penambahan kulit.
Secara vertikal (golongan), penambahan suatu jari-jari atom pada unsur menemukan keteraturan dari atas ke bawah. Hal ini seiring dengan bertambahnya jumlah kulit atom dari golongan unsur.

2.      Energi ionisasi (EI)

Ionisasi erat kaitannya dengan ion, aktivitas ion pada keadaan tertentu adalah pelepasan dan penarikan elektron, ionisasi dikatakan sebagai pelepasan satu elektron dari suatu atom netral. Sehingga, energi ionisasi dijabarkan sebagai sejumlah energi yang dibutuhkan untuk melepas satu elektron dari atom netralnya.
08_18
Grafik kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur
Keteraturan berdasarkan periode
Dalam periode, Ei suatu unsur ditemukan semakin bertambah dari arah kiri dan kanan. Hal ini disebabkna karena adanya penambahan muatan atom namun dalam jumlah kulit yang tetap.
Keteraturan berdasarkan golongan
Secara vertikal, penambahan jumlah EI ditemukan dari bawah ke atas pada suatu golongan. Hal ini dapat dikaitkan dengan ukuran dari atom suatu unsur dimana semakin kecil ukuran atom berarti semakin dekat jarak elektron valensi terhadap inti atom sehingga gaya tarik inti semakin besar dan untuk melakukan pelepasan elektron tersebut diperlukan energi yang sangat besar. Namun secara garis besar, keteraturan ini tidak pernah absolute.
Faktor yang mempengaruhi energi ionisasi adalah sebagai berikut.
1.        Muatan pada inti.
2.        Jarak dari elektron pada inti.
Namun, pada suatu periode terdapat beberapa unsur yang tidak mengikuti keteraturan tersebut seperti Be dan Mg, serta N dan P.
Ketidakteraturan Energi Ionisasi
Li (520)
Be (900)
B (800)
C (1086)
N (1402)
O (1314)
Na (496)
Mg (738)
Al (577)
Si (786)
P (1012)
S (999)
Hal ini terjadi karena adanya energi pasangan (coupling energi), yakni energi yang dimiliki oleh orbital penuh dan energi tambahan yang dimiliki oleh orbital setengah penuh.

3.        Afinitas Elektron

Berseberangan dengan energi ionisasi, afinitas elektron dapat dikatakan sebagai sejumlah energi yang dilepaskan suatu atom saat atom tersebut menambahkan suatu elektronnya menjadi suatu anionnya.
tab08_04
Terjadi pula pengecualian pada unsur dengan orbital s yang terisi penuh dan p setengah penuh, seperti pada unsur Be dan Mg, serta N dan P.
Ketidakteraturan Afinitas Elektron
Li (-60)
Be (+100)
B (-27)
C (-122)
N (+9)
O (-141)
Na (-53)
Mg (+33)
Al (-44)
Si (-134)
P (+72)
S (-200)

Pada orbital unsur yang mengalami pengecualian memiliki daya tarik tambahan terhadap elektronnya sehingga muatan efektif pada elektron yang masuk lebih kecil. Hal ini mengakibatkan untuk menambahkan satu elektron membutuhkan energi dari luar.

4.        Elektronegatifitas

Elektronegatifitas dapat dijabarkan sebagai kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain. Elektronegatifitas ini dapat dipangaruhi oleh jari-jari atom dan gaya tarik inti terhadap elektron terluar dari suatu atom

Tabel: Skala Elektronegativitas Unsur-unsur
Keteraturan:
Ø  Secara vertikal dalam golongan, keelektronegatifan suatu atom akan semakin kecil. Hal ini karena kekuatan gaya tarik inti semakin melemah dan cenderung melepaskan elektron.
Ø  Secara horizontal, keelektronegatifan semakin ke kanan semakin besar. Hal ini karena semakin banyak elektron pada kulit terluar dan kemungkinan untuk menarik elektron lain semakin besar.

5.        Sifat Kelogaman

Sifat kimia dari unsur-unsur logam dianggap dapat muncul dari kemampuan unsur untuk melepas elektron untuk membentuk lautan elektron yang mengikat kation bersama-sama dan membentuk ikatan logam[2] Dalam tabel periodik, sifat kelogaman unsur-unsur semakin berkurang dalam satu periode dan semakin bertambah dari atas ke bawah dalam satu golongan. Unsur yang bersifat logam memiliki ciri khas yakni mudah melepaskan elektron sehingga dapat dihubungkan dengan energi ionisasi, yakni sejumlah energi yang dibutuhkan untuk melepas satu elektron dari atom netralnya.

Minggu, 10 Januari 2016

U're The Apple Of My Eye



Laki-laki selalu lebih kekanak-kanakan dari pada perempuan yang sebaya denganya. Laki-laki yang masih bahagia di dunia masa kecilnya padahal secara umur ia sedah mulai dewasa. Sedangkan wanita yang lebih bijak daripada wanita pada umumnya. Terkadang untuk memulai sesuatu, kita perlu suatu penyemangat untuk memulainya. Salah satu cara untuk memulainya adalah dengan suatu persaingan. Bukan suatu persaingan dalam kelas yang besar, namun persaingan dengan seseorang yang pintar dan juga menarik. Dalam persaingan dibuat suatu tantangan perjanjian dengan konsekuensi yang jelas bagi yang kalah ataupun yang menang. Hal ini akan memotivasi kita  untuk berbuat lebih, berusaha secara maksimal untuk dapat menyamai capaian dari saingan kita.
Terima kasih pada temanku yang telah membuatku merasakan “persaingan” dan ilmunya masih berguna untukku sendiri hingga saat ini. Karenanya aku menjadi lebih mudah memahami pengetahuan baru yang didapatkan sekarang ini. Walaupun sekarang kami jauh, tanpa tahu bagaimanakah ia sekarang dan aku kehilangan “persaingan” yang membuatku melangkah maju, aku berterima kasih atas apa yang telah kamu lakukan selama ini. Semoga kamu berhasil dalam kelanjutan studimu dan doakan aku bisa termotivasi belajar dengan maksimal tanpa adanya persaingan
If you read this text, remember : Don’t Forget Me...

Senin, 07 April 2014

7 Hal yang Menyebabkan Kalian Memberi Contekan Pada Teman


1. Peduli
Dalam posisi ini kalian ingin menolong atau membantu temen kalian yang tidak bisa dalam mengerjakan soal-soal. Mungkin jika hanya tugas kalian bisa membantu dengan mengajarkannya. Jika posisinya saat ulangan atau ujian, mungkin kalian akan merasa kasihan dan memberi jawaba kepada orang tersebut. Biasanya sih ke temen deket atau pacar Description: http://cdn.kaskus.com/images/smilies/kisss.gif





2. Ingin Sombong
Nah kalau yang ini mungkin kalian semua pernah mengalami/ pernah melihat temen yang sombong.
"Yang mana yang ga bisa?"
"Yang ini mah gampang, gitu aja ga bisa"
Dengan nada yang menentang, kalian-kalian bisa merasakan sendiri bahwa orang tersebut ingin dipandang hebat oleh temennya.





3. Sistem Kerja Sama
Ini kategori yang bisa saling menguntungkan.
"Eh lo kerjain no 1 sampai 5, gue 6 sampai 10"
Di posisi ini dapat menghemat waktu untuk mengerjakannya. Menjadikan keuntungan antara 1 sama lain. 
Tapi ada juga kerugiannya misalnya kerja sama 10 orang (kurang lebih 3-4 orang yang kerjain, sisanya nyalin) 
Description: http://cdn.kaskus.com/images/smilies/sumbangan/14.gif





4. Takut Disangka Pelit

Wah bisa ga enak nih sama temen kalo gue ga ngasih jawaban.
Nanti disangka pelit gara-gara ga mau ngasih, alias ngasih jawaban dengan "Terpaksa".
Kalau ga ngasih nanti banyak omongan tentang gue yang jelek-jelek.
"Pelit dia mah" dan sebagainya
Ohh nooo...gimana dong??
Mau tetep ngasih apa ga itu sih terserah kalian 






5. Takut Pada Orang Tersebut
Biasanya hal ini terjadi karena adanya penindasan atau juga pada orang yang suka dibully.
Alhasil orang yang dibully diminta untuk membantunya. Secara terpaksa mau ga mau memberi contekan karena adanya rasa takut pada orang tersebut.
"Yah dari pada gue nanti dijailin, yaudah deh gue kasih aja"
(ngomong dalam hati 
Description: http://cdn.kaskus.com/images/smilies/berdukas.gif)








6. Dibayar
"Bantuin gue bro, nanti gue traktir baso"
Aau bisa juga ngebantuin dia nanti kalian dibayar uang cash, kan enak juga tuh buat nambah-nambah uang jajan. Biasanya sih orang yang royal yang ga pelit, yang mau traktir kalian karena udah kasih contekan. Tapi ada juga nih nanti kalau minta uang/ minta traktir soalnya udah dikasih contekan, malah disangka itungan sama temen 
Description: http://cdn.kaskus.com/images/smilies/berdukas.gif
Harus pinter-pinternya kalian juga gimana ngomong sama temen kalian.






7. Menjadikan Investasi

Hmm ini sih sebenernya gabungan dari no 1-6.
Sekalinya baik ngasih contekan, nanti ada pandangan sendiri dari temen kalian.
"Nanti gue duduk sama lu ya pas ulangan Matematika"
Kalau sekalinya dibayar kan enak, tiap dia nyontek ditrantir mulu 
Description: http://cdn.kaskus.com/images/smilies/malus.gif
Pokoknya orang akan melihat bagaimana kalian menyikapinya jika ada yang ingin nyontek ke kalian.